KSK (Keluarga Siswa Katolik) St. Thomas Aquino merupakan suatu wadah organisasi para siswa/siswi Katolik yang menimba ilmu di sekolah-sekolah negeri yang ada di Kota Sibolga. Organisasi ini menjadi pertanda bahwa seluruh Siswa Katolik mau bersatu dan berkumpul menjadi satu keluarga besar.
Organisasi ini bermula ketika para pengurus KSK St. Bernadeth SMAN 1 Sibolga memulai kegiatan kerohanian. Dalam perjalanan mereka, mereka memiliki kerinduan untuk berkumpul dengan saudara-saudara yang bersekolah di Sekolah Negeri yang lain agar dapat bersatu dan merayakan iman secara bersama-sama. Kerinduan ini ternyata dirasakan juga oleh Pastor Paroki Katedral Sibolga Romo Aloysius Barut, Pr yang selalu dekat dan peduli dengan organisasi kepemudaan Katolik. Beliau menyarankan agar mereka mengajak Sekolah-sekolah lain agar bersatu dan membentuk suatu organisasi.
Setelah sekian lama berpikir dan merencanakan, dilaksanakanlah pertemuan pada tanggal 24 September 2015 dari perwakilan-perwakilan dari sekolah-sekolah negeri lain, yaitu SMAN 2 Sibolga, SMAN 3 Sibolga, dan SMKN 1 Sibolga yang diadakan di Gereja St. Petrus Stasi Ketapang. Pada pertemuan kali ini disepakati bahwa keempat sekolah ini setuju untuk bersatu dan membentuk suatu organisasi dan mengadakan pertemuan untuk yang kedua kalinya.
Pertemuan yang kedua pada tanggal 26 September 2015 di tempat yang sama dihadiri oleh beberapa orang perwakilan dari setiap sekolah. Namun, pada pertemuan kali ini tidak membuahkan satu hasil.
Setelah beberapa lama terkatung-katung diadakan kembali pertemuan yang ketiga pada tanggal 14 Oktober 2015. Pada pertemuan kali ini mebuahkan hasil yang akan mengantarkan organisasi ini ke arah yang lebih jelas. Semua anggota rapat bersepakat bahwa KSK St. Bernadeth SMAN 1 Sibolga menjadi pemegang kepenggurusan sementara menunggu kepengurusan yang definitif.
1 Bulan lamanya tidak ada kejelasan mengenai KSK ini, para pengurus KSK yang sementara kembali mengadakan pertemuan yang keempat sekaligus yang terakhir dalam tahun 2015. Pada pertemuan kali ini akan membahas kepengurusan yang defenitif dan rencana jangka pendek&menengah. Pertemuan kali ini dihadiri lansung oleh Romo Aloysius Barut,Pr. Pertemuan kali ini dihadiri sekitar 30 siswa dan bertempat di Ruang Sekretariat KSK St. Bernadeth SMAN 1 Sibolga. Pada pertemuan kali ini, banyak ide-ide yang tertuang demi majunya organisai ini. Pertemuan ini mengahsilkan keputusan yang sangat bagus yaitu :
1. Menetapkan Kepengurusan yang sah dalam organisai
2. Memilih Rm. Aloysius sebagai pelindung KSK ; Rm. Yanto & Bpk Lukas sebagai pembina
3. Mengadakan misa syukuran tahun baru dan Natal pada tahun 2016
4. Memilih nama pelindung "St. Thomas Aquino" dengan motto "Pro Patria et Ecclesia" yang artinya "untuk bangsa dan untuk gereja"
Semoga organisai ini menjadi wadah bagi seluruh siswa/siswi katolik berkumpul dan bersatu merayakan iman dan berkumpul dengan saudaranya. Dan yang menjadi hal terpenting adalah : "Tidak ada kata ALUMNI ataupun MANTAN karena kita adalah KELUARGA"
Fiat Lux!
Sabtu, 28 November 2015
Kenangan Menjadi Putra-Putri Altar
BANGGALAH MENJADI MISDINAR(PUTRA-PUTRI ALTAR)
Servus Servorum Dei, yang berarti Abdi dari para Abdi Allah merupakan semboyan yang menjadi pegangan bagi para Bapa Suci untuk menandakan bahwa sebenarnya mereka adalah pelayan dari semua umat dan gembala Allah bahkan dengan semua otoritas yang diberikan kepadanya.
Tanpa bermaksud untuk mencampuri privilese yang secara khusus hanya dimiliki oleh Paus, sudah seharusnya para putra-putri altar juga mengambil semboyan ini sebagai moto pelayanan mereka. Menjadi abdi yang sesungguhnya dari para gembala umat Allah sekaligus menjadi abdi dan pelayan serta pelindung dari Ekaristi itu sendiri.
Dengan segala keistimewaan yang diberikan kepadanya oleh Gereja dengan menjadi kaum di luar hierarkis yang diberikan kesempatan untuk berada pada jarak yang terdekat dengan Sakramen Yang Maha Mulia, maka baik secara sadar maupun tidak, para putra-putri altar telah mendapatkan suatu karunia Ilahi yang hampir sama besarnya dengan para imam dan para kudus karena bersama-sama dengan mereka, para putra-putri altar menjadi pihak yang diperbolehkan berada satu tempat di lingkungan altar suci, tempat yang paling dekat dengan Allah dan paling merasakan hadirat Ilahi pertama kali sesudah konsekrasi agung terjadi
Servus Servorum Dei, yang berarti Abdi dari para Abdi Allah merupakan semboyan yang menjadi pegangan bagi para Bapa Suci untuk menandakan bahwa sebenarnya mereka adalah pelayan dari semua umat dan gembala Allah bahkan dengan semua otoritas yang diberikan kepadanya.
Tanpa bermaksud untuk mencampuri privilese yang secara khusus hanya dimiliki oleh Paus, sudah seharusnya para putra-putri altar juga mengambil semboyan ini sebagai moto pelayanan mereka. Menjadi abdi yang sesungguhnya dari para gembala umat Allah sekaligus menjadi abdi dan pelayan serta pelindung dari Ekaristi itu sendiri.
Dengan segala keistimewaan yang diberikan kepadanya oleh Gereja dengan menjadi kaum di luar hierarkis yang diberikan kesempatan untuk berada pada jarak yang terdekat dengan Sakramen Yang Maha Mulia, maka baik secara sadar maupun tidak, para putra-putri altar telah mendapatkan suatu karunia Ilahi yang hampir sama besarnya dengan para imam dan para kudus karena bersama-sama dengan mereka, para putra-putri altar menjadi pihak yang diperbolehkan berada satu tempat di lingkungan altar suci, tempat yang paling dekat dengan Allah dan paling merasakan hadirat Ilahi pertama kali sesudah konsekrasi agung terjadi
Langganan:
Postingan (Atom)